Tugas Vandoorne tidak kalah hebat. Vandoorne memang tidak sempat menaikkan posisi lomba, tetapi memangkas jarak di trek, di mana lawannya saat itu adalah Fabio Scherer dari tim United Autosports USA #22. Dari belasan detik, menjadi sekitar empat detik. Usai Vandoorne, Tom kembali memegang kemudi Tim JOTA #28.

“Hingga finis, JOTA #28 memang tidak bisa menyusul WRT #31 karena selisih terlalu jauh menyusul insiden di awal lomba. Akan tetapi posisi dua saja sudah cukup untuk membuat perburuan gelar juara jadi ramai. Posisi klasemen pertama dipegang tim WRT #31 dengan 113 poin, selisih kini lima poin dari JOTA #28 yang mengantongi 108 poin,” jelas Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menambahkan, FIA WEC tinggal menyisakan satu seri balapan terakhir. Dengan sisa satu balapan yang berdurasi 8 jam, di mana poin berlipat sekitar 1,5 kali dari balapan 6 jam, segalanya bisa terjadi. Seri 8 Hours of Bahrain yang akan digelar di Bahrain tanggal 6 November 2021, ibarat final untuk kelas LMP2.

“Selisih lima poin dari tim WRT #31 cukup tipis. Saya optimistis tim JOTA #28 bisa memenangkan seri keenam FIA WEC, sekaligus mengukuhkan diri sebagai juara FIA WEC dengan poin terbanyak. Mari bersama kita dukung dan doakan untuk kemenangan Sean Gelael dan Tim JOTA #28,” pungkas Bamsoet.