Sementara menyinggung soal peluncuran Program Binlat Pendidikan Cinta Tanah Air Indonesia Ketua Departeman Pendidikan PCTA Indonesia menilai ini adalah hal baru yang amat dibutuhkan, terlebih menyongsong pemilu 2024 mendatang.

“Ada sebuah ungkapan yang sangat popular didunia yakni “seandainya tidak ada cinta tanah air robohlah negara itu”. Mengapa saya katakan sangat popular, ungkapan sudah ada sejak ribuan tahu lalu, tokoh besar yang mengungkapkan adalah Sayyina Umar RA. Namun ungkapan ini lama terpendam dan baru muncul lagi setelah diungkapkan oleh sang Pemrakarsa Organisasi Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia, Bapak Kyai Muchtar Mu’thi” kata Kushartono.

Menurutnya, jika masa depan bangsa dan Negara Republiik Indonesia ada di tangan generasi bangsa, sementara nasib generasi bangsa ditentukan oleh pendidikanya. “Bisa dibayangkan bagaimana jika putra-putri kita sebagai generasi bangsa jiwanya tidak terisi dengan pendidikan cinta Tanah Air Indonesia. Maka tinggal menunggu bisa robohkan Negara Kesatuan Repblik Indonesia yang kita cintai ini,” tandas Kus.

Ia mengatakan Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022/2023 mencatat jumlah lembaga sekolah di Indonesia seluruhnya ada 399.376 unit sekolah mulai TK, SD, SMP, SMA dan SMK. Namun dari semua lembaga itu belum ada yang mengajarkan mata pelajaran pendidikan cinta tanah air Indonesia.

“Sejauh yang kami ketahui belum ada. Memang ada pelajaran sejarah, pelajaran wawasan nusantara, wawasan kebangsaan, tapi belum ada pendidikan cinta tanah air. Sebab menurut kami wawasan dan cinta itu agak berbeda. Kalau wawasan ada didalam pikiran tapi kalau cinta ada di hati. Disinilah perbedannya. Untuk itu dua-duanya harus kita jalankan,” ujar Kushartono

Masih menurut Pria yang pernah mendapatkan penghargaan Kapolri terkait pendidikan Pancasila dan cinta tanah air Indonesia ini, dia mengatakan metode rasa wawasan karsa adalah hal baru yang dapat melengkapi dunia pendidikan.

“Insya Alloh ini adalah hal baru dalam dunia pendidikan. Dulu sebenarnya sudah pada era Ki Hajar Dewantara dengan istikah trisakti tiga hal utama (sakti) yaitu cipta atau pikiran), rasa hati) dan karsa, kemauan. Jadi ini kita munculkan kembali. Makanya kita luncurkan tepat pada tasyakkuran hari lahir Ki Hajar Dewantara dan di makam beliau dengan harapan bisa bisa benar-benar bercahaya mewarnai Program Merdeka Belajar yang diusung pemerintah,” urainya.

Meski demikian metode ini sudah cukup teruji dan berhasil sehingga organisasi Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia ini pernah mendapatkan penghargga Kapolri atas suksesya melaksanakan Binlat Karekter bangsa pendidikan Pancasila dan cinta tanah air Indonesia untuk Bintara Polri.