“Perempuan juga harus menjadi agen perubahan,” tutur Piet.
Sementara itu Wibi Wibawanto berpendapat anak muda bisa berpolitik dengan caranya sendiri, dengan tidak mengekor pada senior. Salah satunya kaya Wibi dengan membuat agenda agenda politik yang lebih negpop dan kekinian.
“Dengan cara itulah kita menujukan kepada rakyat bahwa politik bisa seasik itu,” ujar Wibi.
Di tempat yang bersamaanz Robi Maulana menyatakan bahwa arah gerakan politik generasi muda tidaklah homogen, setiap individu memiliki pandangan dan prioritas yang berbeda. Oleh karena itu, kata Robi berbagai sudut pandang perlu dihormati dan diakui untuk memahami dinamika yang lebih luas dari gerakan politik generasi muda menjelang pemilu 2024.
“Banyaknya narasi yang kerap kita dengar bahwa pemilihan umum 2024 akan didominasi oleh pemilih muda hanya sebatas pada vote getter saja, melihat kondisi tersebutlah obrolan santai semalam memberikan ruang kepada kaum muda untuk mengeluarkan aspirasinya tentang kondisi politik kekinian,” jelas Robi. (Nanang)

