Lanjut Agus menjelaskan bukan hanya keterlambatan pupuk, petani juga mengeluhkan pendistribusian pupuk yang kadang disalurkan tidak tepat sasaran yang pada akhirnya petani saling berebut.

“Yang punya kartu taninya aja susah mendapatkan pupuknya dari agen alasanya agen tersebut belum ada kartu geseknya jadi belum bisa di ambil,” ujar Agus menirukan keluh petani kepada wartawan.

Menanggapi polemik tersebut, Agus meminta Pemerintah Kabupaten Tangerang harus segera mengambil langkah dan memperbaiki sistem yang efektip dan tepat guna sehingga program tersebut dapat dirasakan manfa’atnya secara langsung bagi para petani

“Petani yang pada akhirnya bisa meningkatkan produktivitas dan meningkatkan taraf ekonomi para petani itu sendiri,”pungkasnya
(4r)