“Terlebih saat ini kita hidup di era digital, manajemen perusahaan dan pelayanan kepada pelanggan semestinya dapat dilakukan lebih efektif dan efisien,” imbuhnya.
Sofyan melanjutkan, efisiensi perlu terus dilakukan mengingat bahan baku Perumdam adalah air permukaan yang saat ini kuantitas dan kualitasnya juga terus mengalami penurunan, khususnya di wilayah Tangerang.
“Sehingga kita harus berfikir holistik, tidak parsial. Keberlanjutan bisnis Perumdam tidak terlepas dari kelestarian air sebagai bahan baku. Karenanya, kita harus bekerja bersama-sama, bergandengan tangan dengan semua stakeholder, agar aktivitas perusahaan terus dapat dipertahankan dan ditingkatkan, sementara alam terjaga kelestariannya,” terangnya.
Pria yang familiar dengan dunia teknologi informasi ini juga menekan urgensi migrasi pelayanan ke platform digital. Sebab menurutnya, sebagian besar pelanggan telah familiar dengan teknologi ponsel pintar (smartphone) dan internet.
“Pelayanan hingga keluhan harus direspon secara cepat dan tuntas, sebab saluran atau kanal pengaduan pelanggan pun tak lagi hanya melalui call center atau surat, kadang melalui media sosial. Di sini pentingnya kita terus berinovasi, menyesuaikan diri dengan kebutuhan pelanggan saat ini,” pungkasnya.
Selain menggelar Mapada, Perpamsi Banten juga menyelenggarakan Pekan Olah Raga dan Seni (Porseni) ke-8 di Perumdam TKR Kabupaten Tangerang, Rabu 19 Oktober 2022. Berbagai perlombaan yang diikuti anggota se-Banten itu di antaranya kompetisi bola voli, futsal, senam, badminton, tenis meja dan lomba karaoke. (Nanang)

