“Indonesia secara tidak langsung merepresentasikan negara berkembang lainnya karena menjadi fokus utama perhatian di dunia, khususnya bagi para pelaku ekonomi dan keuangan.”

Indonesia dapat menyusun agenda pembahasan pada G20 yang dapat mendukung dan berdampak positif dalam pemulihan aktivitas perekonomian di Indonesia.

Misalnya, kata Maudy, dalam pertemuan bersama Youth Twenty atau Y20, terdapat empat aspek yang dibahas yaitu mengenai transformasi digital, ketenagakerjaan, perubahan iklim dan lingkungan, serta keberagaman dan inklusi.

“Dalam pembahasan Y20 ini, ada banyak sudut pandang pemuda yang diangkat di dalamnya,” ujarnya. “Seperti bagaimana menciptakan jaring pengaman sosial dalam dunia kerja untuk generasi muda yang rentan terhadap guncangan ekonomi.”

Untuk itulah para pemuda harus membuka pandangan terhadap isu-isu yang ada di sekitar kita dan berpikir kritis, mulai dari selalu bertanya “Mengapa”, lanjut Maudy Ayunda.

Ketika ditanya tentang peran anak muda dalam perhelatan G20, Maudy menjawab bahwa dirinya melihat terdapat beberapa hal yang sudah dilakukan anak-anak muda di Indonesia untuk mengamplifikasi peran Indonesia dalam G20.

“Yaitu dengan melakukan diskusi secara akademis,” ungkapnya. “Selain itu, beberapa langkah sederhana seperti aware akan isu di sekitar dan juga respon kita untuk terus berkolaborasi adalah langkah yang baik untuk menyukseskan Presidensi G20 Indonesia.”

Maudy memberikan sedikit contoh, seperti mempromosikan pariwisata Indonesia beserta produk UMKM nasional hingga dunia. “Hal tersebut nantinya akan berdampak pada penghidupan kembali perekonomian nasional,” tutup Maudy.