“Pesan yang ingin saya sampaikan yaitu bahwa tahun 202 Indonesia bebas dari pandemik Covid-19,” ujarnya.

Selain itu Anggrek juga menggambarkan sebuah jarum suntik bertuliskan vaksin, ia mengatakan bahwa dalam gambar itu, ingin menyampaikan kepada masyarakat agar tidak takut untuk divaksin.

Baca juga : Presiden Instruksikan Polri Tak Reaktif Soal Mural 404: Not Found

Ia mengajak pada masa pandemic Covid-19 ini mari ikuti aturan pemerintah dengan mentaati protokol kesehatan sehingga pandemik Covid-19 berakhir.

Sementara itu Wakapolda Banten BJP Drs. Ery Nursatari mengatakan mural memiliki sejarah panjang di Indonesia, salah satunya sebagai sarana menyampaikan kritik, suara sosial dan perjuangan para pahlawan dizaman perang kemerdekaan dahulu.

Masyarakat menyuarakan aspirasi dan kritiknya melalui sebuah gambar atau tulisan di dinding, salah satu manfaatnya yaitu untuk menggelorakan semangat perjuangan kemerdekaan.

“Pada saat zaman perjuangan kemerdekaan untuk melawan penjajah, kita tidak mampu melawan dengan senjata melalui mural disampaikan pesan-pesan semangat perjuangan dan kritik kepada penjajah, ” kata Wakapolda Banten

Selanjutnya Wakapolda Banten menjelaskan, ada 29 peserta yang mendaftarkan diri dalam lomba mural, Mereka kemudian membuat sketsa gambar disebuah kanvas.

Gambar itu kemudian diseleksi oleh juri dari penggiat seni dan diklasifikasikan serta Hasilnya, ada satu yang diberangkatkan ke Mabes Polri dan 15 peserta lainnya menggoreskan cat di tembok Polda Banten.

“Ini merupakan salah satu tugas kita, Kami juga Polisi yang punya seni, ingin berteman dengan para seniman. Jangan sampai ada kegaduhan dalam menyampaikan aspirasi melalui seni mural, semoga, kita bisa bekerjasama, dan bisa membantu didalam kondisi Covid-19 ekonomi yang kurang baik dengan mengekspresikan melalui lukisan tembok atau mural,” ujarnya.

Baca JugaKlarifikasi Relawan di Kota CilegonRabu, 27 Oktober 2021

Selanjutnya Wakapolda Banten memberikan apresiasi berupa uang pembinaan dan piagam penghargaan kepada para pemenang. (Red)