Hal yang sama dikatakan, Wakil Bupati Lebak H Ade Sumardi berharap Festival Lebak Selatan menjadi agenda tahunan. Menurut Ade, Festival Lebak Selatan berdampak pada perekonomian masyarakat.
“Saya berharap Festival Lebak Selatan kedepannya, menjadi agenda tahunan, yang dilaksanakan bergilir tiap kecamatan di Lebak Selatan. Mendengar laporan perputaran uang yang cukup besar selama Festival berlangsung, kami berharap ini dapat berdampak pada pertumbuhan perekonomian masyarakat,” ucap Ade yang juga politisi dari Partai PDI-P tersebut.
Lebih lanjut kata Ade, gelaran festival juga disebut Ade Sumardi, bisa meningkatkan kunjungan wisatawan maupun sektor penjualan UMKM. Ade menyebut, dalam kegiatan festival disuguhkan berbagai macam kesenian, Kebudayaan, hiburan serta produk UMKM.
“Melalui Festival Lebak Selatan ini, mudah-mudahan kita seluruh warga masyarakat Kecamatan yang ada di wilayah Lebak Selatan betul-betul menunjukan bahwa kita siap bangkit untuk kita sendiri dan orang lain,” tutur Ade menjelaskan.
Sementara itu, salah seorang masyarakat dari Kasepuhan Adat Banten Kidul, Heriana Noci mengatakan bahwa Festival Lebak Selatan menampilkan diantaranya, pawai budaya tradisi masyarakat memindahkan padi dari sawah ke lumbung padi atau leuit (Ngarengkong), stand untuk menjual hasil kerajinan dan hasil bumi, khitanan masal, pengobatan masal, isbat nikah dan sejumlah rangkaian acara.
Tujuan diadakannya Festival Lebak Selatan ini adalah untuk mempromosikan potensi wisata yang berada di Lebak sehingga wisatawan yang berkunjung ke Kecamatan Cilograng meningkat dan perputaran ekonomi juga ikut meningkat,” kata Heriana saat dihubungi lewat telepon selulernya, Selasa (6/12). (Adventorial)

