Asep Bahtiar mengatakan, berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatogi, dan Geofisika (BMKG), saat ini menang sudah memasuki musim penghujan, yang puncaknya diprediksi akan terjadi Desember 2021.
“Januari itu sedikit landai, Februari-Maret itu prakiraan BMKG akan tinggi lagi curah hujannya. Jadi kita imbau masyarakat selalu waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan,” imbuh Asep.
Dikatakan Asep, bencana hidrometeorologi yang berpotensi terjadi di Kota Cimahi di antaranya banjir, longsor hingga angin puting beliung. Apalagi curah hujan di Kota Cimahi belakangan ini mengalami peningkatan.
Dalam dua pekan terakhir, cukup banyak rumah warga yang mengalami kerusakan akibat angin kencang hingga benteng roboh saat hujan turun. Selain itu, genangan air juga kerap muncul di beberapa titik.
“Cuacanya cukup ekstrim. Kita dikasih hujan dua tiga jam dan angin kencang banyak rumah-rumah rusak, seperti atapnya kena angin, rumahnya ambruk rumahnya tertimpa benteng,” ungkap Asep.
Dirinya mengatakan, para personel BPBD Kota Cimahi sendiri siaga 24 jam untuk menghadapi kemungkinan yang terjadi akibat bencana alam. Selain itu, pihaknya selalu berkoordisnsi dengan stakeholder terkait.
Dari mulai RT, RW, kelurahan, kecamatan hingga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk antisipasi dan penanggulangan dampak bencana di Kota Cimahi. “Selain itu kita juga minta masyarakat aktif melaporkan, dan yang terpenting masyarakat harus menjaga lingkungan untuk mencegah terjadinya bencana alam,” ujar Asep.







