Baca juga

Menurut Fredy, database organisasi sangat penting untuk mengidentifikasi bagaimana potensi kader Pemuda Katolik.

“Dengan database maka kader Pemuda Katolik dapat dipersiapkan untuk berkiprah di berbagai bidang termasuk mengisi jabatan-jabatan di lembaga publik,” kata Fredy yang juga mantan Pengurus Pusat PMKRI ini.

Kedua, menurut Fredy, memperkuat hubungan dan kerja sama dengan ormas-ormas kekatolikan termasuk menjalin komunikasi yang harmonis dengan Gereja/Paroki/Keuskupan.

Ketiga, memperkuat peran Pemuda Katolik dalam kehidupan bernegara seperti memperkuat implementasi Empat Pilar Kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika).

“Caranya menjalin kerja sama dengan ormas lintas agama serta lembaga-lembaga sosial maupun kementerian/lembaga dalam rangka membantu pemerintah mengatasi persoalan bangsa,” ujar Fredy yang juga anggota Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI) ini.

Baca Juga Presiden Jokowi Akan Bertemu Pangeran MBZ Rabu, 3 November 2021
Presiden Jokowi Akan Bertemu Pangeran Mbz

Program, keempat, menurut Fredy, membangun jaringan dan kerja sama dengan organisasi internasional terutama hubungan Vatikan.

Menurut Fredy, jaringan dan hubungan kerja sama internasional harus berorientasi pada kepentingan nasional.

“Pemuda Katolik harus aktif menyuarakan terwujudnya keadilan, kesejahteraan, hak-hak asasi manusia, termasuk bagaimana menghadapi tantangan perubahan iklim,” ujar Alumnus Pascasarjana Universitas Mercu Buana Jakarta ini. (Red)