Jika segala bentuk resiko mulai dari intimidasi hingga keselamatan jiwa dan raga menjadi konsekuensi yang harus pihaknya terima sebagai ujung tombak pemberantasan korupsi di Indonesia, ia mengaku seluruh insan di KPK ikhlas dan siap menerimanya.

“Pahlawan sungguh menginspirasi kita semua anak bangsa dan terpatri dalam hati sanubari kami di KPK. Jika segala bentuk resiko mulai dari intimidasi hingga keselamatan jiwa dan raga menjadi konsekuensi yang harus kami terima sebagai ujung tombak pemberantasan korupsi di Indonesia, Insya Allah kami seluruh insan di KPK ikhlas dan siap menerimanya,” kata Firli.

Baca Juga Friederich Batari Calon Kuat Ketum Pemuda Katolik Minggu, 7 November 2021
Friederich Batari Calon Kuat Ketum Pemuda Katolik

Baca juga : Mahasiswa Minta KPK Panggil Direktur Perusda Teluk Bintuni

Tidak dapat dipungkiri, Firli katakan pengertian pahlawan yang dulu indentik dengan pejuang melawan penjajah (merebut dan mempertahankan kemerdekaan) mengalami ‘pergeseran’ seiring dengan perkembangan zaman.

Akan tetapi, menurut dia esensi dan nilai-nilai pahlawan yang banyak memberi tauladan dalam perjalanan bangsa ini, tak kan lekang oleh waktu apalagi tergerus kemajuan zaman.

“Di masa saat ini, makna pahlawan bisa dipahami dan dilihat dari berbagai sisi, contohnya seseorang yang membawa perubahan atau memberikan nilai-nilai positif kearah kebaikan bersama, untuk bangsanya bisa disebut pahlawan. Begitu juga para olahragawan yang telah mengharumkan bangsa dan negara, juga layak disebut sebagai Pahlawan,” paparnya.

Firli menyebut bahwa menjadi pahlawan di era ini, tidak lagi dilakukan seperti dulu dengan mengangkat bambu runcing karena penjajah zaman now, bukan lagi kolonialisme melainkan musuh kita saat ini diantaranya kemiskinan, kebodohan dan korupsi. inilah musuh kita semua yang harus perangi dan lenyapkan dari bumi nusantara dan Negeri ini.

“Jika dahulu para pahlawan mengorbankan jiwa dan raganya untuk kemerdekaan negara, saat ini kita harus melanjutkan perjuangan mereka, kita mulai dari sikap jujur, berani dan hebat serta anti korupsi.”

“Memang perjuangan kita saat ini tidak dengan pertumpahan darah melawan penjajah, namun lebih berat karena melawan bangsa kita sendiri, sesuai pesan Bung Karno,” pungkasnya.

Firli berpesan menjaga integritas, memegang teguh nilai-nilai agama, budaya dan kejujuran serta tidak diam melihat kedzoliman korupsi, adalah cara untuk menjadi seorang pahlawan untuk melawan korupsi yang menjangkiti saudara kita, anak bangsa lainnya di Republik ini.

Baca Juga SAH…!DPR RI Setuju Andika Perkasa Panglima TNI Sabtu, 6 November 2021
Sah...!Dpr Ri Setuju Andika Perkasa Panglima Tni

“Butuh banyak pahlawan untuk melawan korupsi yang telah lama menjajah negeri ini, agar penyakit kronis ini dapat benar-benar musnah dari bumi pertiwi, agar cita-cita Founding Father dapat terwujud dimana negara dapat melindungi, mensejahterakan serta mencerdaskan kehidupan segenap bangsa dan seluruh tumpah darah indonesia dari Sabang sampai Merauke, mulai Miangas hingga Pulau Rote,” kata Firli.

Pensiunan Jenderal Polisi bintang tiga ini menuturkan bahwa jangan tanyakan apa yang bisa negara berikan untuk kita, tetapi tanyakan apa yang telah atau dapat kita lakukan untuk negara Indonesia.

Baca Juga Andika Perkasa Mampu Bawa TNI Jadi Lebih Profesional Sabtu, 6 November 2021
Andika Perkasa Mampu Bawa Tni Jadi Lebih Profesional

“Negara kita telah begitu memberi segalanya kepada kita, kini saatnya bagi untuk membayar kembali kepada negara dan saatnya kita melakukan sesuatu untuk bangsa kita semisalnya tidak menjadi bagian dari terjadinya korupsi,” kata Firli demikian.

“Selamat Hari Pahlawan Nasional Indonesia, mari kita peringati dengan semangat budaya anti korupsi dan ambil peran sebagai pahlawan Anti Korupsi,” tutupnya.

Baca Juga Hebat…..! Bank BSI Buka Kantor di Dubai Sabtu, 6 November 2021
Hebat.....! Bank Bsi Buka Kantor Di Dubai