Kiai Dedi berharap, resepsi satu abad yang digelar selama dua hari ini bisa memberikan manfaat. Terutama kepada pedagang UMKM yang sempat terganggu karena pandemi Covid 19 dua tahun lalu.
“Dengan adanya Bazaar UMKM ini semoga bisa membantu ekonomi masyarakat kecil,” tukas Kiai Dedi.
Tak hanya Bazaar UMKM, resepsi satu abad ini juga menampilkan beberapa perlombaan. Seperti Hadroh, Qasidah dan perlombaan kitab kuning. NU yang lahir dari rahim pesantren, perlombaan ini diharapkan bisa menampilkan kemampuan diri santri kepada khalayak.
“Resepsi satu abad ini momentum santri untuk membuktikan dirinya kepada masyarakat. Karena santri tidak hanya belajar di pesantren, namun juga harus bermanfaat di masyarakat kelak,” kata Kiai Dedi.
Lebih lanjut, Kiai Dedi kembali tegas mengingatkan refleksi satu abad NU terhadap semua pengurus NU di semua tatanan. Membangun disiplin organisasi untuk khidmah kepada masyarakat dalam menebar manfaat dan menanam kebaikan untuk umat.
“Saya berharap kepada pengurus NU agar bisa merubah disiplin berorganisasi dari pola santai tidak serius menjadi santai tapi serius, insya Allah semua program dan kegiatan organisasi akan terlaksana dengan sukses,” tandasnya.


