Sementara Ongku P. Hasibuan dalam pemaparan materi sosialisasinya menjawab apa yang disampaikan oleh Darwis, bahwa hal tersebut tidak diragukan, namun penyampaian sosialisasi tetap harus dia lakukan karena hal tersebut merupakan tugas yang diamanahkan kepadanya.

Karena menurut Ongku, tidak semua masyarakat bisa memahami makna yang terkandung didalam empat pilar, terutama Pancasila. “Ada yang merasa paling pancasila tapi sikap yang ditunjukkan tidak sesuai dengan pancasila itu sendiri. Ada juga wacana untuk merubah Pancasila jadi Trisila kemudian menjadi Ekasila, semua itu harusnya tidak boleh terjadi jika kita memegang teguh UUD 1945 sebagai dasar negara kita”, paparnya.

Sedangkan pemaparan materi dari Bandaharo adalah mengenai keadilan, terutama dalam bidang hukum yang saat ini masih jauh dari kata adil. “Misalnya dijalan kita bawa kendaraan, gak pakek helm, ada polisi, ditangkap, diproses dan ternyata kita tidak bawa surat, akhirnya kendaraan kita ditahan. Tapi, tidaka jauh dari kita, dari kita, ada yang kasusnya sama, diperiksa tiba-tiba di lepas, karena perempuan lah, satu keluarga lah dan sebagainya, itu hanya contoh kecil”, ujarnya.

Untuk itu kata Bandaharo sebagai mahasiswa yang masih idealis, masih risih dengan ketidakbenaran harus mampu melawan ketidakadilan yang kita lihat di sekitar kita. “Misalnya ketika ditilang, ternyata polisi berlaku tidak adil, maka kita harus berani berontak, bukan saya mengajari melawan polisi, itupun harus dengan kemampuan dan keilmuan terutama tentang hukum”, tegasnya. (Hendro)