“Ada beberapa hal yang saya sampaikan tentang strategi diseminasi konten agar sampai pada sasaran. Namun sebelum bicara panjang tentang teknik agar FYP, syarat awal menjadi influencer/content creator bagi para dai adalah konsisten memproduksi kreatif, selain tentunya menentukan topik-topik pembahasan yang bisa diterima publik,” kata Kiai Maman menambahkan.

Pada kesempatan itu pula Kiai Maman menekankan agar para dai yang menjadi peserta workshop mampu memaksimalkan pemanfaataan media sosial. Jangan hanya, kata Wakil Sekretaris Dewan Syuro DPP PKB ini, para dai hanya jago berdakwah dengan cara konvensional baik di masjid atau musala saja. Namun ia berharap para dai juga bisa memperluas jangkauan pendengar dengan memanfaatkan platform digital.