Teropngistana.com
JAKARTA – Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) yang dikepalai oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, dituntut memberikan pelayanan lebih ramah dan lebih praktis sebagai representasi kemajuan produk Indonesia.
Salah satu wajah terbaik dari pelayanan BNPP tergambar pada Pos Lintas Batas Negara (PLBN) yang telah beroperasi.
Mendagri Tito menjelaskan, pembangunan PLBN bukan hanya untuk mengatasi pelintas batas yang masuk dan keluar Indonesia dengan jalur tidak resmi. “Pembangunan PLBN juga terus didorong untuk terus mengedepankan nasionalisme serta pemenuhan kebutuhan dan keselamatan masyarakat yang mendiami kawasan perbatasan negara,” tegas Mendagri Tito beberapa waktu lalu.
Sekretaris BNPP, Prof. Zudan Arif Fakrulloh menegaskan, dirinya telah meminta kepada 8 PLBN yang beroperasi di Indonesia untuk terus membangun komunikasi bersama Customs, Immigration, Quarantine, And Security (CIQS) yang saat ini telah mengikuti standar operasi nasional dan internasional.
Selain itu, komunikasi juga terus dibangun bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) bersama Satuan Tugas (Satgas) Pengaman Perbatasan (Pamtas) untuk tetap memenuhi Standar Operasional Prosedur (SOP).


