Meskipun dokumen kependudukan saat ini tengah memasuki masa digital dengan IKD, tapi pengguna KTP-el fisik juga masih banyak. Sehingga turut diserahkan juga 2.000 keping blangko KTP-el kepada Kepala Dinas Dukcapil Kota Semarang Yudi Hardianto Wibowo dalam kunjungan kali ini.
Turut mendampingi Teguh dalam kesempatan itu, Sekretaris Ditjen Dukcapil Kemendagri Hani Syopiar Rustam. Kehadiran Teguh dan jajaran Ditjen Dukcapil Kemendagri disambut sambut hangat oleh pejabat Dukcapil Kota Semarang, termasuk Kadis Yudi Hardianto.
Sementara dalam berbagai kesempatan, Mendagri Tito Karnavian mengatakan, penerapan IKD merupakan pendekatan asimetris untuk menggantikan mahalnya biaya blanko KTP-el.
Menurut Tito, KTP-el itu kerap terkendala jaringan internet, pengiriman hasil perekaman KTP-el kadang tidak sempurna. KTP tidak jadi, karena failure enrollment. Perekaman sidik jari pun kerap gagal karena tidak terkirim ke pusat. “Ditambah pengadaan peralatan dan blanko itu mahal sekali. Maka solusinya adalah dengan digitalisasi dokumen kependudukan termasuk KTP digital,” kata Mendagri Tito. Dukcapil***


