Puncaknya adalah musyawarah besar yang dipimpin oleh Direktur Pondok Pesantren Gus Mari Muhammad Hadiq. Mubes membahas 4 agenda penting, yang pertama adalah musyawarah santri pemilihan ketua asrama putra dan putri. Mubes tersebut menyusun program untuk penguatan SDM, latihan kepemimpinan, dan juga program-program penguatan prestasi santri. Selanjutnya adalah Musyawarah Kalami (Keluarga Alumni Al Mizan). Alumni Al Mizan tersebar di seluruh Nusantara dan memiliki kemampuan profesionalitas di bidang masing-masing. Al Mizan menjadi pesantren yang memberikan guidence kepada alumninya untuk melanjutkan sekolah perguruan tinggi dan juga kerja di tempat-tempat yang strategis.

Agenda berikutnya adalah melakukan zikir bersama, Istigotsah Mbah Hasyim As’ari dan juga Walikutuban yang dipimpin langsung oleh KH Maman Imanulhaq. Suasana haru menghanyutkan membuat banyak santri dan alumni menangis menitikkan air mata, mengenang masa-masa lalu saat di pondok pesantren, juga mengenang kebaikan dari orang tua dan guru-guru mereka.

Mubes kemudian diakhiri dengan Ritual Ramadan yang menampilkan atraksi kemampuan anak-anak Al Mizan serta doa mandiroso dengan bunga kembang yang dibasuh oleh para pengasuh Al Mizan.

Gus Mari Muhammad Hadiq mengatakan, mubes dan ritual ini akan menjadi agenda rutin tahunan Al Mizan di akhir Ramadan. Pria yang akrab disapa Gus Hadiq ini berharap kegiatan ini akan terus ditingkatkan bukan hanya acara-acara yang formal, tetapi juga ada bazar Ramadan, pengobatan gratis, ada juga bagi-bagi tiket mudik gratis bagi anak berprestasi.

Baca JugaKemendagri Dukung Inovasi Dukcapil SemarangJumat, 14 April 2023

Al Mizan, imbuh Gus Hadiq, akan terus tumbuh menjadi institusi besar yang profesional, transparan, dan mandiri berkat sinergitas dari semua kelompok. Ia pun tak lupa melepas anak-anak yang pulang mudik dengan doa dan memintanya agar berhati-hati di jalan, menjaga ketertiban, keselamatan, dan mengupayakan sebuah acara Idul Fitri yang khidmat di tempatnya masing-masing.