Dengan pemanfaatan BIJB itu, imbuh Kiai Maman, BIJB bisa menjadi epicentrum pergerakan ekonomi di Jawa Barat. Meski begitu ada beberapa catatan yang perlu diperbaiki untuk menunjang kebutuhan penerbangan internasional seperti fasilitas penginapan crew pesawat maupun aksesibilitas dari dan menuju bandara. Namun, kata Kiai Maman, perlahan pemerintah pusat bersama pemerintah daerah terus mengebut pembangunan sarana dan prasarana agar BIJB kian ramai digunakan maskapai penerbangan.
“Ini suatu yang sangat signifikan dari BIJB setelah sebelumnya didowngrade menjadi terminal bengkel biasa, sekarang sudah beralih fungsi kembali menjadi terminal orang walaupun masih ada beberapa keluhan. Di kesempatan ini saya pun memberi apresiasi kepada pemerintah pusat yang terus memperbaiki aksesibilitas dan juga kepada pemda yang telah memperbaiki jalan menuju asrama haji,” kata Kiai Maman menutup.
Seperti diketahui, BIJB akan melayani melayani penerbangan haji asal Jawa Barat. Sebanyak 7 ribu sampai 8 ribu jemaah haji berasal dari Cirebon, Kabupaten Cirebon, Majalengka, Indramayu, Kuningan, Subang dan Sumedang akan diberangkatkan langsung dari bandara tersebut. Selain melayani penerbangan haji dan umrah, bandara ini pun diharap menjadi hub bagi penumpang domestik maupun mancanegara yang ingin ke kota-kota besar di Jawa Barat.



