“Empat pilar menjadi perekat kita sehingga semua bisa hidup berdampingan, meskipun ada suku, ras, adat, istiadat, dan budaya yang menjadi nuansa kedaerahan kita, tentunya masih sangat kental,” lanjutnya.
Santoso menuturkan sebagai manusia tidak ada yang bisa terlepas dari aturan karena empat pilar kebangsaan ini merupakan pedoman dalam membuat aturan, termasuk apa yang dijalani dalam keseharian berjalan aman dan damai.
“Kita semua ini di bawah naungan negara yang harus kita jaga bersama. Tidak boleh mendirikan negara di atas negara. Kemudian, ada Bhinneka Tunggal Ika sebagai simbol negara karena dari sekian puluh ribu suku, pedoman kita adalah tetap Pancasila,” tutup Santoso.
Di tempat yang bersamaan, salah seorang Warga RT 06 RW 04 Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Ucok (40) tahun menyambut baik sosialiasi empat pilar yang dilakukan oleh Anggota DPR RI dari partai Demokrat. Kata Ucok, kegiatan tersebut sangat bermanfaat dan positif.
“Saya mendukung sosialiasi empat pilar kebangsaan yang dilakukan oleh anggota DPR RI dari partai Demokrat. Kegiatan ini sangat positif untuk pengetahuan warga dalam memahami nilai-nilai pancasila,” tutup Ucok menjelaskan. (Dayat)

