“Ini harus menjadi penyemangat bagi Polda-polda lain untuk bisa berprestasi dan juga para kabid Humas diseluruh Polda di Indonesa, terpilihnya 5 (Lima) besar Polda terbaik dan 5 besar kabid Humas terbaik buka berarti yang lain jelek, tetap bagus hanya belum maksumal sesuai harapan masyarakat,” ucap Iskandarsyah.

Diakatakan Iskandarsyah, survey yang dilaksanakan di rentang waktu hampir 10 hari dengan responden 3 ribu, margin eror 2,31 peresen dengan tingkat kepercayaan 97 petesen survey dilaksanakan secara random dengan meminta pendapat kepada responden yang berusia 17 tahun atau lebih.

“Ketika kita bicara tingkat kepercayaan publik yang tinggi, pastinya ada tingkat kepercayaan publik yang rendah,, tingkat kepercayaan publik yang rendah yaitu dibawah 40 peresen, ini dialami oleh Polda Jawa Barat, dimana kita tahu bahwa Jawa Barat memiliki penduduk terpadat di Indonesia, ini harus di evaluasi kembali, dari pimpinan tertinggi Kapolda , Kapolres hingga Kapolsek, semua kembali kepada pak Kapokri selalu pimpinan yang berwenang,” tutur Iskandar.

Sementara itu, untuk Kasus demi kasus menjadi PR publik, salah satunya adalah kasus pembunuhan ibu dan anak di dalam mobil yang hingga hari ini menjadi redup dan cennderung hilang. 3 (Tiga) Kapolda tak mampu membuka tabir dalam kasus pembunuhan ini.

“Solahkan pak Kapolri yang menindak anakbuah nya yang tak becus bekerja dan sebaliknya memberikan perhatian kepada semua anggotanya yang berprestasi,” tutupIskandar menutup wawancaranya.