Sementara itu, Dosen Universitas Airlangga Surabaya, Airlangga Pribadi Kusman memberikan pandangannya tentang tumbuhnya kaum-kaum kapitalis pada calon atau pemegang kekuasaan di Indonesia. Menurut Angga, Kapitalisme adalah sebuah masalah di Indonesia.
“Para calon pemegang kekuasaan di Indonesia saat ini membutuhkan oligarki untuk biaya kontestasi. Dan itu berbahaya karena rentan dikendalikan oleh yang membiayai,” ucap Airlangga.
Di tempat yang bersamaan, Ketua DPP PA GMNI Bidang Pendidikan dan SD, Ade Reza Hariyadi menjrlaskan tentang pendapatnya terkait media sosial yang bisa mengawasi berjalannya kebijakan publik yang telah disahkan para penguasa. Menurut Ade, saat ini media menjadi wadah generasi muda untuk membangun kesadaran kritis baru yang berguna bagi masyarakat.
“Jadi media sosial itu dimanfaatkan oleh masyarakat untuk memprotes kebijakan-kebijakan yang tidak ada hasilnya. Kesadaran masyarakat itu tumbuh karena kesadaran kritis dari masyarakatnya juga,” ujar Ade Reza.
Dijelaskan Ade, Komunikasi Politik pada dasarnya adalah bagaimana cara seorang individu mendapatkan sebuah kekuasaan. Secara harfiah, politik itu sendiri artinya tentang kekuasaaan. Namun dalam artian yang lebih luas politik itu berarti bagaimana sebuah kekuasaan tersebut dapat berguna bagi lingkungan dan sekitarnya.
“Saya berharap acara dengan bentuk forum seperti ini dapat diperbanyak lagi, sehingga menjadi wadah untuk memperkaya ilmu pengetahuan di bidang politik,” beber Ade.
(David/Red)

