Teropongistana.com Banten – Sekertaris Komisi III DPRD Kabupaten Lebak, Medi Juanda buka suara terkait aksi premanisme dilakukan oleh ASN berinisial SO terhadap rekannya yang juga seorang guru Perempuan di SDN Cempaka 1 Warunggunung. Menurut Medi, kepolisian harus segera mengusut tuntas dan memeriksa kekerasan yang dilakukan oleh SO agar kejadian serupa tak terulang.

“Saya meminta Kepolisian segera melakukan pemeriksaan terhadap pelaku, kenapa beliau bisa melakukan aksi premanisme yang dilakukan dia (SO) terhadap seorang guru Perempuan bernama Badriyah,’’ kata Politisi partai NasDem tersebut lewat pesan WhatsAapnya, Rabu (12/9/2023).

Baca Juga Anies Baswedan Gelar Silaturahmi ke DPP PKB Senin, 11 September 2023
Anies Baswedan Gelar Silaturahmi Ke Dpp Pkb

Selain diperiksa oleh Kepolisian, Komisi III DPRD Lebak pun meminta Dinas Pendidikan yang merupakan mitra kerja untuk memberikan sanksi tegas. Apalagi, kata Medi, aksi premanisme dengan brutal tersebut dilakukan oleh seorang guru senior.

“Saya sangat prihatin kejadian kekerasan oleh guru senior terhadap Perempuan, harusnya guru senior tersebut bisa menjadi contoh yang baik untuk juniornya. Saya meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak untuk tegas menindak pelakuknya, bila perlu dicopot,’’ tegas pria asal Bengkulu tersebut.

Disinggung tentang adanya dugaan intervensii dari pihak Koorwil UPT Pendidikan Kecamatan Warunggunung, Pengawasan dan Sekertaris Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak. Kata Medi, pihak kepala sekolah tidak perlu untuk takut, bahkan kata Medi, dari Komisi III DPRD Lebak akan pasang badan.

“Jangan takut, sampaikan ke Kepala Sekolah, kami dari Komisi III DPRD Lebak akan pasang badan,’’ ucap Medi.