Apa saja menunya? Yang pertama adalah urapan tempe atau tempe bacem dari Yogyakarta, kemudian Selada Udang Andaliman. Andaliman adalah rempah pedas khas Sumatera Utara. Dua menu tersebut disajikan sebagai hidangan pembuka bersama Sup Tomat Serai Nusa Dua. Yang disebut terakhir ini adalah racikan khusus sup tomat dengan aroma serai yang diberi potongan alpukat, dan disajikan dengan krim santan.

Hidangan utama ada tiga macam. Yang pertama adalah Daging Sapi Base Genep yang diolah dari wagyu dengan bumbu rempah Bali, lengkap dengan sayur lawar khas Bali sebagai _side dish_.

Baca Juga Camellia Safari ke Ponpes dan Masjid di Jawa Barat Minggu, 8 Oktober 2023
Camellia Safari Ke Ponpes Dan Masjid Di Jawa Barat

Menu kedua adalah Gulai Udang Karang, yaitu oahan lobster dengan kuah gulai khas Aceh, disajikan bersama asparagus dan jamur. Penampakannya saja sudah sangat menggiurkan. Kemudian yang ketiga adalah Polenta Terung Mapui. Polenta adalah olahan dari tepung jagung. Kali ini, ia akan hadir ditemani terung panggang, dilengkapi saus merah khas Kalimantan.

Untuk hidangan penutup, para chef menyiapkan menu khas Sulawesi Utara, berupa Puding Kelapa Muda. Selain itu, ada juga Bunaken Coral, yaitu kue kelapa pandan yang dihiasi aneka buah.

Tentu saja, gala dinner tidak akan lengkap tanpa sajian hiburan. Selain indra perasa, tentu saja secara visual para tamu juga akan dimanjakan dengan aneka gerak dan lagu. Para tamu tentu harus tahu bahwa untuk urusan ragam budaya, Indonesia juga juara.

Para penyanyi dan penari ternama akan tampil membawakan empat tema untuk hiburan acara makan malam kali ini. Seru sekali!

Tema pertama adalah _Collaboration and Innovation through Challenges_. Tema ini menggambarkan kekuatan negara-negara pulau dan kepulauan berjuang dan bertahan melewati semua tantangan. Kekuatan itu adalah hasil kolaborasi yang diadaptasi melalui inovasi. Yuni Shara, membuka sekuel dengan lagu Serasa.

Tema kedua, Archipelagic Countries’ Richness in Culture, Unity in Diversity. Pertunjukkan ini semacam merayakan kekayaan alam dan budaya dari negara kepulauan. Rangkaian lima lagu dari Papua, Sulawesi, Jawa, Kalimantan, dan Sumatera akan ditampilkan oleh penyanyi Indonesia.

Love Our Ocean menjadi tema ketiga yang akan ditampilkan dalam sajian hiburan pendamping makan malam. Pertunjukan merupakan ungkapan syukur atas kekayaan laut, sekaligus bentuk komitmen kuat untuk melestarikan sumber daya laut bagi generasi berikutnya. Penampil akan menyanyikan lagu yang dijamin mengingatkan para tamu akan suasana laut tropis.

_Prosperous Future_ menjadi tema penutup rangkaian acara hiburan. Tema ini menggambarkan harapan dan aspirasi dari negara-negara pulau dan kepulauan untuk bekerja sama mencapai tujuan kemakmuran bersama. Lagu-lagu rancak yang mengundang goyang akan tampil di sekuel ini.

Sajian makan malam yang disempurnakan dengan hiburan yang menawan tentu saja punya tujuan panjang. Dengan menampilkan keindahan, diharapkan para tamu akan singgah lagi dan tinggal lebih lama di Indonesia. Bukan harapan kosong juga jika kita ingin mereka mempromosikan kekayaan Indonesia ke seluruh dunia.

Archipelagic and Island States (AIS) Forum adalah sebuah wadah kerja sama antarnegara pulau dan kepulauan sedunia yang bertujuan memperkuat kolaborasi untuk mengatasi permasalahan global dengan empat area utama, yakni mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, ekonomi biru, penanganan sampah plastik di laut, dan tata kelola maritim yang baik. KTT AIS Forum diadakan untuk menguatkan peran AIS Forum sebagai pusat solusi cerdas dan inovatif, serta sebagai platform gotong royong dalam mendorong agenda masa depan tata kelola laut global.