“Jumlah korban sebenarnya sangat mungkin jauh lebih besar dari angka yang tercatat, mengingat banyaknya korban di bawah reruntuhan maupun korban yang meninggal dalam perawatan,” jelas Furqan.

Selain itu terdapat 92 ribu warga yang mengalami luka-luka, 3.550 orang ditangkap dan hampir 2 juta orang terpaksa mengungsi. 1.235 tenaga kesehatan ikut terdampak, di mana 522 orang terbunuh dan 713 orang terluka. Sementara itu dari pertahanan sipil 76 orang yang gugur dan 225 orang luka-luka. Bahkan Israel juga telah membunuh 171 Jurnalis.

“Jika situasi seperti ini terjadi di Ukraina, dunia pasti sudah mengecam Rusia habis-habisan”, tambah Furqan.

Furqan juga menyoroti peghancuran besar-besaran oleh Israel yang telah menghancurkan setengah juta rumah warga Palestina, 171.500 di antaranya hancur total.

Selain itu, Israel juga menghancurkan 489 sekolah dan 393 fasilitas kesehatan, di antaranya 32 rumah sakit, 115 klinik dan 246 ambulan. 182 kantor media juga turut dihancurkan Israel, serta 760 masjid, 4 gereja, 203 heritage dan 2.830 fasilitas industri.

Melalui seruannya, FPN berharap agar Paus Fransiskus dapat memanfaatkan pengaruhnya untuk menghentikan penderitaan rakyat Palestina yang semakin mengkhawatirkan.