Pengukuhan Tim dan Komitmen Bersama para Fundraiser Wakaf Uang Digital ini di penghujung acara, merupakan pertanda keseriusan para petugas yang tentunya harus bisa dibuktikan dengan besaran wakaf uang yang terhimpun nanti.” tegas H. Komarudin.

Direktur LW Doa Bangsa, Entus Wahidin, CWC., menjelaskan pentingnya Workshop Lanjutan ini. “Kegiatan Workshop ini menjadi kegiatan rutin LW Doa Bangsa setelahnya para Waqfraiser menyelesaikan Basic Training Perwakafan di Pasifamal.

Platform ini cukup lengkap dengan fitur-fitur program wakaf yang meliputi Wakaf Kolektif, Wakaf Abadi Personal, Wakaf Berjangka atau Temporer, dan Wakaf manfaat asuransi melalui Tabarru Wakaf, sehingga para Waqfraiser yang telah memiliki referral digital ini bisa menggunakan platform ini dengan mudah, baik bagi diri sendiri, kerabat, almarhum, maupun bagi komunitas lainnya.” Papar Tuswahid.

Sementara itu H. Ayep Zaki, SE MM., Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat (KPEU) Majelis Ulama Indonesia sekaligus Dewan Pengarah LW Doa Bangsa, menjelaskan bahwa Kolaborasi yang mengedepankan prinsip Muawanah dalam mengembangkan industri perwakafan ini sangat diperlukan karena tanpa itu instansi seperti Nazhir Wakaf, kemenag, BWI, dan stakeholder lainnya akan berjalan sendiri-sendiri yang berakibat kepada lambannya laju program implementasi wakaf di Indonesia.

LW Doa Bangsa akan terus membangun jejaring strategis agar niat baik ingin mewujudkan kemaslahatan umat ini benar-benar tercapai dan dapat dirasakan oleh masyarakat pada umumnya.