Sementara itu, perwakilan dari LW Doa Bangsa menyampaikan komitmen untuk menjalankan tugas sebagai nazhir dengan penuh kejujuran, keikhlasan, dan amanah. LW Doa Bangsa juga berkomitmen untuk mengelola wakaf dengan prinsip akuntabilitas dan transparansi.

Berharap agar Dana Abadi Bogor Maslahat sebagai dana yang berbasis wakaf uang ini mampu berkontribusi dalam Gerakan Indonesia Berwakaf dengan potensi perolehan Wakaf Nasional sebesar Rp. 181 Triliun per Tahun.

“Untuk kota Bogor, optimis mampu mengejar taget awal di Rp. 10 Milyar. Katakanlah 5% dari jumlah penduduk berwakaf uang rutin paling kecil Rp. 50.000, per bulan, maka potensi perolehan per bulan, sebesar Rp. 2,6 Milyar per bulan, setara 36,2 Milyar per tahun.

Inilah bentuk kontribusi masyarakat kota Bogor dan sekitarnya di industri perwakafan. Semoga dengan pengelolaan yang profesional, hasil wakafnya bisa dialokasikan untuk kemaslahatan umat di sektor keagamaan, pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan Sosial.

Selain itu, prosentase Kemiskinan Kota Bogor yang 7% diharapkan bisa diminimalisir dengan gerakan wakaf uang ini.” jelas Wahidin, Direktur LW Doa Bangsa.

Sebagai bentuk dukungan terhadap inisiatif ini, Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat (KPEU) Majelis Ulama Indonesia (MUI) sekaligus Dewan Pengarah LW Doa Bangsa, H Ayep Zaki S.E., M.M., menyampaikan apresiasinya dan mengajak seluruh pihak untuk terus bersama-sama membangun kebajikan di negeri melalui Gerakan Wakaf Uang ini, sehingga seperti halnya Zakat, Infaq, Shadaqah, Wakaf pun menjadi Gaya Hidup masyarakat .

Salah satu momen menarik dalam acara ini adalah simulasi penghimpunan dana wakaf digital untuk Proyek Dana Abadi Bogor Maslahat semudah pesan makanan di aplikasi online. Simulasi ini menarik antusiasme yang tinggi dari para peserta terhadap proyek ini.

Dengan diluncurkannya Proyek Dana Abadi Bogor Maslahat, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya berwakaf dan memperkuat Gerakan Wakaf Uang di Kota Bogor sebagai kota yang disiapkan menjadi Kota Wakaf.