Menyongsong Swasembada Energi
Pemerintahan Prabowo Subianto telah pencanangkan pencapaian swa sembaga energi dalam tempo 4–5 tahun mendatang. Saat ini Pertamina tengah mengembangkan empat terobosan bisnis rendah karbon. Meliputi pengembangan biofuel yang lebih ramah lingkungan dengan campuran bahan nabati. Mengelola 15 wilayah kerja panas bumi (geothermal) dengan kapasitas terpasang 672 MW yang akan dinaikan menjadi 1 GW dalam dua tahun ke depan. Lalu pengembangan Petrochemical dengan target produksi sebesar 3,2 juta ton di tahun 2025. Dan pengembangan carbon capture utilization and storage (CCS/CCUS). Terobosan tersebut merupakan komitmen persero dalam menjalankan perannya untuk mendukung tercapainya target Net Zero Emission (NZE) Pemerintah Indonesia Tahun 2060.
Menurut Jerry Massie, untuk ketahanan energi dan mendukungn pertumbuhan ekonomi 8%, pemerintah harus mendorong Pertamina melakukan gerakan masif survei pemanfaatan sumber daya alam migas dan panas bumi yang kini baru mencapai angka pada 20% dan membangun strorage cadangan penyangga energi nasional BBM. Perlu membuat Permen dan Kepmen untuk memberikan insentif bagi Badan Usaha yang melakukan penugasan survei mandiri untuk menjamin dapat mengelola wilayaj kerja yang disurvey. Membuat Permen untuk memberikan kemudahan bagi investor cadangan penyangga energi untuk membangun kilang minyak. Serta membuat Permen untuk memprioritaskan produksi dalam negeri guna memenuhi pasar domestik BBM sekaligus mengurangi impor minyak. (*)
