“Kemudian di sisi lain tim Pembina Samsat Polda Banten telah menyalurkan bantuan sosial bekerja sama dengan Ditlantas Polda Banten dan PT. Jada Raharja. Kami berharap bantuan paket sembako ini dapat bermanfaat bagi masyarakat yang menjadi korban banjir,” ujar Deni.

Sementara Dirlantas Polda Banten, Kombes Leganek Mawardi mengatakan pihaknya bersama tim Pembina Samsat turun langsung menemui masyarakat yang menjadi korban banjir, ketika menyalurkan bantuan.

“Semoga bencana alam yang terjadi dapat segera teratasi, dan bantuan yang diberikan dapat meringankan beban masyarakat yang tertimpa musibah,” katanya.

Kepala Cabang PT Jasa Raharja Saldhy Putranto menambahkan, pihaknya turut ambil bagian dalam baksos yang dilaksankan, merupakan bentuk empati atas musibah yang dialami masyarakat Banten di sejumlah daerah.

“Semoga kegiatan ini bisa membantu dan sedikit meringankan beban masyarakat yang mengalami musibah ini,” katanya.

Sebagaimana diketahui, intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan banjir dan longsor di berbagai daerah di Banten. Musibah terjadi di Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak. Titik bencana menyebar di sejumlah kecamatan.

Informasi terbaru, di Kabupaten Lebak data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Banten, menyebutkan sebanyak 2.247 rumah terdampak bencana banjir, longsor, dan pergerakan tanah, serta lima orang dilaporkan meninggal dunia.

Sementara di Pandeglang, banjir merendam sebagian wilayah di 18 Kecamatan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang mencatat 18 Kecamatan tersebut antara lain, Kecamatan Menes, Cisata, Saketi, Pulosari, Labuan, Pagelaran, Patia, Sukaresmi, Panimbang, Munjul, Sobang, Angsana, Sindangresmi, Bojong, Picung, Cigeulis, Cibaliung dan Cikeusik.

Namun dari 18 Kecamatan yang terdampak banjir, tapi ada 13 Kecamatan yang sudah berangsur surut salah satunya yaitu di Kecamatan Menes, Cisata, Pulosari, Cibaliung dan Labuan.(ADV)