“Oleh karena itu, kita minta rapat ini agar segera para bupati atau dinas pertanian untuk mengusulkan segera irigasinya. Tolong dipastikan di mana sawahnya, kabupatennya, kecamatannya, desanya, berapa luasnya, mana yang belum ada irrigasinya, di mana sumber bendungannya, perlindungan irigasinya segera laporkan ya. Ingat Bapak Presiden sekarang punya perhatian khusus pada sektor pertanian,” katanya.

Menurut Zulhas, saat ini Presiden sudah menerima draf perpres dan juga inpres yang mengatur regulasi di sektor pertanian. Di antara perpres dan inpres itu antara lain adalah aturan irigasi yang bertujuan mendukung swasembada pangan secara cepat dan singkat.

“Apa isunya? Sama dengan jalan, Pak. Jadi mau jalan kabupaten, jalan provinsi, irigasi kabupaten, irigasi provinsi, banyak yang dibangun oleh pusat. Boleh. Inilah yang kita ingin selesaikan, Pak dalam waktu dekat,” katanya.

Zulhas menambahkan bahwa dengan perbaikan dan juga pembangunan irigasi maka tahun-tahun yang akan datang produksi beras nasional diperkirakan akan mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

“Sehingga untuk swasembada pangan itu tahun 2025 kita sudah putuskan tidak akan impor beras lagi, sudah kita putuskan kita tidak impor jagung lagi, tidak impor garam lagi dan tidak akan impor gula lagi. Ada 4 komoditas yang kita tidak akan impor,” jelasnya.