“Oleh karena itulah, edukasi dan literasi halal seperti ini perlu kita tingkatkan bersama-sama dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan terkait, termasuk para ulama, asatidz, dan tokoh masyarakat di seluruh Indonesia.” lanjut Babe Haikal menegaskan.
Senada dengan Babe Haikal, Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah KNEKS, Sutan Emir Hidayat, memaparkan data yang meng-capture besarnya potensi industri dan perdagangan produk halal. Dikatakannya, spending atau angka belanja masyarakat muslim global diproyeksikan akan terus meningkat, dan itu menunjukkan potensi besar pengembangan ekonomi syariah dunia. Pengeluaran konsumen muslim global adalah sebesar US$2,29 triliun di enam sektor ekonomi riil (2022) dan diproyeksikan mencapai US$3,1 triliun pada tahun 2027.”
“Perkembangan ke 6 sektor rill itu didukung oleh sektor keuangan syariah sebagai enabler yang pada 2021/2022 asetnya mencapai US$3,9 triliun, diproyeksikan meningkat hingga US$5,9 triliun pada 2025/2026.” kata Sutan.
“Dalam lima besar negara eksportir makanan halal terbesar ke negara OKI, justru didominasi oleh negara sepak bola (Brazil). Di sisi lain, Indonesia merupakan negara nomor satu sebagai pasar bagi makanan dan minuman halal terbesar di dunia.” lanjutnya menjelaskan.
Dalam kesempatan itu, sejumlah ulama dan perwakilan ormas juga diberikan kesempatan untuk memberikan masukan, usulan dan saran terbaik dalam upaya bersama untuk mendorong edukasi sertifikasi halal dan literasi ekonomi halal kepada masyarakat. Mereka juga memberikan dukungan terhadap program pemerintah mandatory sertifikasi halal yang dilaksanakan melalui BPJPH.
“Kita perlu menyampaikan pentingnya halal tidak hanya makanan minuman tapi juga juga obat-obatan, kosmetik, barang gunaan dan sebagainya, sehingga apa yang kita konsumsi betul-betul sudah terjamin (bersertifikat) halal. Atas acara ini kita ucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya dan semoga ke depannya betul-betul efektif untuk memperkenalkan edukasi halal kepada masyarakat.” ungkap KH Hasan Bisri, Pengurus Majelis Keluarga Indonesia dan Ketua Asosiasi Rukyah Syari Indonesia.
“Insya Allah kami para ulama, ustadz dan Ormas Islam akan turut membantu BPJPH dalam rangka sosialisasi sertifikasi halal sampai ke lapisan masyarakat dibawah,” kata Ustadz Buchori menambahkan.
“Di acara bersama ini kita gali bersama apa sih perjalanan halal di Indonesia? Dan ternyata begitu banyak hal-hal yang kita ambil potensinya, baik melalui P3H, LPH, dan sebagainya.” ungkap KH Tatang Tajuddin pengasuh Ponpes Ar Rofi’iyah Cileungsi Bogor dan Presiden ormas Republik Dakwah.
“Saya senang sekali untuk mensosialisasikan tentang pentingnya (produk) yang halal, sebab doa dan keberkahan dunia akhirat kita sangat berkaitan dengan yang halal. Karena saya senang sekali dengan program yang dijalankan oleh Badan Halal Babe Haikal dan untuk mensosialisasikan program sertifikasi halal yang targetnya masih sangat jauh ini.” kata KH Mujib Buchori Ketua Umum Majelis Muballigh Indonesia.

