Pelemahan dolar AS disebabkan oleh ekspektasi bahwa Presiden Donald Trump tidak akan segera menerapkan kebijakan tarif bea masuk yang agresif. Sebagai catatan, Trump telah resmi kembali ke Gedung Putih setelah dilantik sebagai presiden malam tadi waktu Indonesia.
“Pelaku pasar menghembuskan nafas lega karena Trump tidak akan memulai pemerintahannya dengan kebijakan tarif yang agresif” ujar Valentin Marinov, Head of G-10 FX Strategy di Credit Agricole CIB.
Baca Juga
Jepang Tawarkan Hadiah Bagi Pendatang Asing yang Berniat Menetap di Pedesaannya
Sabtu, 18 Januari 2025
