“Hati-hati, ini ibarat sebuah kapal. Jangan teman-teman pikir kapal ini memasuk karam. Justru di sinilah nakhoda kapal melihat ABK dan penumpang kapal siapa yang bersama-sama saya. Saya ingin mau tahu aja,” tegasnya.

Menurut Bahlil, ketika partai sedang diuji seharusnya para kader semakin solid dan saling menguatkan. Ia lantas menyinggung loyalitas kader dengan mengibaratkan sebuah kapal yang sedang berlayar.

Baca Juga Hendardi: Akal-akalan Menambah Kewenangan Absurd Kamis, 6 Februari 2025
Hendardi: Akal-Akalan Menambah Kewenangan Absurd

“Justru di momentum seperti ini, ini juga dalam strata itu ada instrumen menguji mana ABK dan anak buah kapal yang taat pada tujuan kapal dan mana yang memang melihat kapal miring meloncat. Atau mendorong-dorong kapal agar segera terbalik. Bila perlu nakhoda selesaikan duluan gitu,” ketus Bahlil.

Namun demikian, Bahlil menegaskan bahwa hal itu merupakan dinamika yang baginya adalah sebuah hal biasa. Sehingga, ia menganggap hal itu bukan suatu masalah yang besar.

Baca Juga Kebijakan Dungu: Bahlil Harus Mundur dari Kabinet Kamis, 6 Februari 2025
Bahlil Lahadalia Mentri Esdm Republik Indonesia Sekaligus Ketua Umum Partai Golkar.

“Tapi itulah dinamika kita untuk Partai Golkar. Tapi saya yakinkan terhadap hal itu semua bahwa dinamika ini semakin mensolidkan kita, semakin perkokoh kita untuk mendukung pemerintahan Pak Prabowo dan Mas Gibran,” demikian Bahlil