Metode yang akan digunakan mencakup:
Pembelajaran huruf dan membaca dasar, Latihan menulis sederhana, Media lagu-lagu lokal yang familiar, Buku panduan membaca dan menulis, Pendekatan berbasis komunikasi dan budaya setempat.

Program ini akan melibatkan Forum Komunikasi Generasi Muda Papua Tengah (FKGMPPT), Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), serta GERAK 08 Papua Tengah. Selain itu, gereja-gereja lokal akan menjadi mitra utama untuk menjangkau masyarakat melalui sekolah minggu dan aktivitas ibadah.

Untuk mendukung keberlangsungan program, Dewan Pendidikan juga mengajukan anggaran dana untuk transportasi tutor, percetakan bahan ajar, perlengkapan pembelajaran, serta biaya operasional antar kabupaten.

“Besarnya angka buta aksara di Papua Tengah adalah tanggung jawab bersama. Kami ingin membuktikan bahwa gereja, pemuda, dan pemerintah dapat bersinergi demi meningkatkan martabat masyarakat Mepago melalui pendidikan,” tegas Yusak.

Dewan Pendidikan Papua Tengah berharap Pemerintah Provinsi Papua Tengah dapat memberikan dukungan penuh terhadap program ini. “Kami siap berkolaborasi sepenuhnya dengan seluruh elemen masyarakat, dan berharap permohonan ini mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah,” tutup Yusak.