Menurutnya, dialog yang melibatkan berbagai unsur – mulai dari pemuda, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, akademisi, hingga mahasiswa – merupakan alternatif terbaik demi menjaga kedamaian dan ketenteraman di Pulau Bali.

“Dengan komunikasi terbuka, musyawarah, dan melibatkan semua elemen, Bali akan mampu tetap solid dalam menjaga harmoni sosial,” pungkas Yogaswara.

Baca JugaMasyarakat Jakarta Apresiasi Keberadaan RDFRabu, 27 Agustus 2025
Masyarakat Jakarta Apresiasi Keberadaan RDF