Menurutnya, dialog yang melibatkan berbagai unsur – mulai dari pemuda, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, akademisi, hingga mahasiswa – merupakan alternatif terbaik demi menjaga kedamaian dan ketenteraman di Pulau Bali.
“Dengan komunikasi terbuka, musyawarah, dan melibatkan semua elemen, Bali akan mampu tetap solid dalam menjaga harmoni sosial,” pungkas Yogaswara.
