Mereka memang berniat hanya untuk mengambil gambar menggunakan kamera DSLR yang dibawanya dari rumah. Namun tidak lama kemudian terjadi chaos, sementara Akmal dan Nizam masih dengan santai mengambil gambar tanpa ada kekhawatiran akan ditangkap. Sebelumnya beberapa petugas mengira bahwa Akmal adalah wartawan yang sedang bertugas, namun saat ditanya bahwa Akmal bukanlah wartawan akhirnya petugas membawa ke Polda Metro Jaya.

Sesampainya di Polda Metro Jaya, Akmal diperiksa di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Sundit Harda Unit 2. Sempat dikira bagian dari organisasi Anarko, karena pakaian yang saat itu digunakan serba hitam. Setelah diperiksa memang tak terbukti jika Akmal bagian dari organisasi tersebut, bahkan bukan termasuk dalam kelompok aksi demo.

Baru pada hari senin sekitar jam 14.18 WIB petugas yang memeriksa menghubungi kedua orang tuanya untuk datang ke kantor Polisi. Dari keterangan Polisi, bahwa Akmal telah diperlakukan dengan baik selama proses pemeriksaan. Begitupun dari pengakuan Akmal. Hanya ditanya-tanya seputar kegiatannya.

“Gak apa-apa sih cuma kaget aja, ” kata Akmal Auzar sesaat setelah dibebaskan (01/09)

Dengan telah dibebaskan Akmal Auzar Satria, orang tuanya yang kebetulan juga mantan aktivis mahasiswa tahun 98 itu, telah menyampaikan pesan ucapan terimakasih kepada seluruh rekan-rekan yang telah menyebar postingan terkait bantuannya untuk mencari keberadaan Akmal. Terutama kepada teman-teman media,, GMNI, PMII, Mata Tunas 17 dan Keluarga Besar Alumni LMND.