Revitriyoso menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor antara pemuda, pemerintah, lembaga masyarakat, akademisi, dan pelaku usaha. “Jejaring yang kuat membuka akses pada sumber daya, pelatihan, pendanaan, hingga transfer pengetahuan antar desa,” tuturnya.
Ia menutup dengan pesan tegas bahwa desa yang mandiri dan sejahtera bukan sekadar cita-cita, melainkan sesuatu yang bisa diwujudkan bila pemuda berani mengambil peran. “Pembangunan bukan hanya soal infrastruktur, tapi membangun manusia dan peradaban. Pemuda adalah aktor utamanya. Saatnya mereka bangkit, berdaya, dan bersinar dari desa untuk Indonesia yang lebih baik,” pungkas Revitriyoso.
Dyt

