Teropongistana.com JAKARTA – Wakil Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari Fraksi Partai Golkar, Dave Laksono, menyampaikan pesan apresiasi dan harapan yang mendalam dalam menyambut ulang tahun ke-60 harian umum Pikiran Rakyat. Legislator yang mewakili daerah pemilihan Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, dan Indramayu ini menegaskan bahwa perjalanan 6 dekade yang ditempuh oleh media tersebut bukan hanya sebuah pencapaian angka, melainkan bukti nyata dari komitmen yang tak tergoyahkan dalam menjaga literasi masyarakat dan mengawal jalannya demokrasi di tanah air.

“Shalom dan salam sejahtera untuk kita semua. Pada momen bersejarah ini, di mana Pikiran Rakyat memasuki usia ke-60, saya ingin mengucapkan selamat ulang tahun yang penuh makna. Selama enam dekade, media ini telah konsisten berdiri sebagai mitra penting dalam membangun kesadaran publik dan menjaga keutuhan tatanan informasi yang sehat bagi bangsa Indonesia,” ucap Dave Laksono dalam pesan khususnya, Jumat (27/3/2026)

Menurutnya, dalam konteks perkembangan zaman yang begitu cepat, terutama dengan munculnya berbagai platform digital yang membawa derasnya erupsi disrupsi informasi, peran media seperti Pikiran Rakyat semakin krusial. Banyaknya konten yang tidak terverifikasi, berita bohong, dan informasi yang menyebarkan kebencian di ruang publik menjadi tantangan besar yang harus dihadapi bersama, dan Pikiran Rakyat telah berhasil menunjukkan keteguhan dalam menghadapinya.

“60 tahun bukanlah sekedar angka. Ini adalah bukti keteguhan dalam menjaga jurnalisme yang sehat, yang berlandaskan pada prinsip kejujuran, objektivitas, dan tanggung jawab sosial. Di tengah lautan informasi yang kadang kala membingungkan, media ini telah menjadi kompas bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi yang akurat dan dapat dipercaya,” jelasnya.

Dave menambahkan bahwa sebagai salah satu media yang berakar kuat di wilayah Jawa Barat bagian utara, Pikiran Rakyat juga telah berperan penting dalam memperkuat suara rakyat daerah, sekaligus menghubungkannya dengan dinamika pembangunan di tingkat nasional. Hal ini, katanya, menjadi bagian penting dalam memperkuat demokrasi yang inklusif dan representatif.

“Literasi bukan hanya tentang kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan untuk memahami, menganalisis, dan menyaring informasi yang diterima. Pikiran Rakyat telah konsisten berkontribusi dalam meningkatkan literasi informasi masyarakat, yang merupakan pondasi utama bagi terbentuknya masyarakat yang cerdas dan mandiri dalam mengambil keputusan,” ujar Wakil Ketua Komisi I yang menangani urusan informasi dan komunikasi, luar negeri, pertahanan, dan keamanan tersebut.