“Ketika konfigurasi politik berubah, narasi tentang siapa berperan apa menjadi relevan kembali. Ini bukan hanya soal sejarah, tapi juga soal positioning. Namun harus diingat, ada banyak aktor dan faktor yang berkontribusi, publik perlu melihatnya dalam konteks yang lebih luas,” pungkas Arifki Chaniago.