Teropongistana.com Jakarta – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII) menyerukan konsolidasi gerakan kepada seluruh Pengurus Wilayah dan Pengurus Daerah melalui Teknis Lapangan (Teklap) serta aksi serentak.

Seruan tersebut disampaikan oleh Ketua III Bidang Pemberdayaan Masyarakat Pelajar (PMP) PB PII, Risko Hardi, dengan mengusung tema:

“Refleksi Hardiknas: Melawan Rezim Pelanggar Konstitusi, Wujudkan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.”

Dalam keterangannya kepada media pada Jumat (1/5/2026), Risko menilai arah kebijakan pendidikan saat ini telah menyimpang dari amanat konstitusi.

Ia menyoroti prioritas anggaran pemerintah yang dinilai tidak tepat sasaran. Menurutnya, pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto lebih memprioritaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dibandingkan sektor pendidikan.

“Kesalahan terbesar negara saat ini adalah memprioritaskan program Makan Bergizi Gratis lebih besar dibandingkan anggaran pendidikan, seperti tunjangan guru, Dana BOS, LPDP, KIP, dan PIP. Hal ini tidak sesuai dengan mandat konstitusi yang mengamanatkan alokasi 20 persen untuk sektor pendidikan,” ujar Risko.