Tak hanya itu, sejumlah pengurus juga dilaporkan menjadi korban doxing atau penyebaran data pribadi secara luas.

“Terjadi juga doxing kepada pengurus kami hanya karena membuat postingan seruan aksi May Day bersama rakyat. Ini bentuk tekanan yang tidak sehat,” tambahnya.

Meski berbagai upaya intimidasi dilakukan, Sunarno menegaskan pihaknya tidak gentar.

“Tapi kami tetap teguh pada pendirian. Kami tetap melakukan aksi May Day bersama rakyat di depan DPR untuk menyampaikan aspirasi buruh,” tandasnya.