Terkait kebijakan luar negeri lainnya, Adi juga menyampaikan catatan mengenai keanggotaan Indonesia dalam Group of Friends of the Belt and Road, Global Development, Global Security and Global Civilization atau yang dikenal sebagai BOP. Menurutnya, hingga kini manfaat konkret dari kebijakan tersebut bagi perekonomian nasional belum sepenuhnya terlihat.
“Keterlibatan Indonesia dalam forum-forum global tentu memiliki tujuannya masing-masing. Namun, kami berharap hal ini tidak membuat fokus pemerintah terbagi. Kepentingan geopolitik itu penting, namun pemulihan ekonomi domestik, kestabilan harga, dan ketersediaan lapangan kerja adalah hal yang lebih dirasakan urgensinya oleh masyarakat saat ini,” jelasnya.
Oleh karena itu, Adi Kurniawan berharap pemerintah dapat menyeimbangkan langkah diplomasi dan pembangunan fisik dengan perhatian yang lebih besar pada pemulihan ekonomi akar rumput. Ia berharap ke depannya anggaran negara lebih diarahkan untuk memperkuat daya beli dan kesejahteraan rakyat, agar setiap kebijakan yang diambil memberikan dampak positif yang nyata dan merata bagi seluruh masyarakat Indonesia.
