Meski demikian, Anshar mengaku masih memiliki keraguan terkait kesiapan operasional serta kapasitas pelaksanaan di lapangan jika rencana besar ini langsung dijalankan tanpa tahapan persiapan yang mendalam.
“Kami sepenuhnya mendukung langkah pemerintah untuk meningkatkan produktivitas peternakan nasional. Namun, untuk skala investasi sebesar ini, fondasinya harus kuat lewat kajian yang mendetail dan uji coba atau proyek percontohan terlebih dahulu demi membangun ekosistem yang kokoh. Jangan sampai niat baik untuk kesejahteraan rakyat justru berakhir merugikan keuangan negara,” katanya.
Pihak Logis 08 meyakini, apabila seluruh aspek infrastruktur, teknologi, dan tata kelola usaha sudah terbangun dengan sempurna, maka investasi Danantara tersebut akan menjadi tonggak sejarah kemandirian pangan Indonesia. Selain itu, langkah ini juga berpotensi besar membuka lapangan kerja baru serta menggerakkan roda ekonomi masyarakat, khususnya di sektor pedesaan.
“Bila ekosistemnya sudah matang dan teruji, kami yakin uang negara tersebut akan berputar dan memberi manfaat berlipat ganda bagi peternak, masyarakat luas, dan negara. Tapi kalau belum siap, lebih baik ditunda dan disempurnakan dulu sampai semuanya benar-benar siap jalan,” pungkas Anshar.