Puncak acara yang paling dinanti adalah pertunjukan seni kolosal bertajuk “Pajajaran Gugat”. Melalui perpaduan apik antara teater, musik tradisional, serta tata panggung yang memukau, drama ini mengangkat narasi sejarah, semangat perjuangan, dan identitas peradaban Sunda. Cerita yang disajikan tidak sekadar hiburan, melainkan refleksi mendalam tentang perjalanan panjang sejarah leluhur tanah Pasundan.
Menurut Anton, penyelenggaraan ruang-ruang kebudayaan berskala besar seperti ini memiliki fungsi strategis bagi bangsa Indonesia. Nilai-nilai yang terkandung di dalam seni dan sejarah lokal adalah sarana paling efektif untuk membangun karakter bangsa yang kokoh.
“Kegiatan budaya ini bukan sekadar pertunjukan seni atau seremonial belaka. Ini adalah sarana edukasi yang nyata, sekaligus wadah penguatan jati diri masyarakat agar tetap mengakar pada nilai luhur leluhur di tengah derasnya arus perkembangan zaman,” tegas Anton.
Antusiasme masyarakat yang memadati lokasi menjadi bukti nyata bahwa warisan budaya Sunda masih sangat dicintai dan hidup di hati masyarakat. Peringatan Hari Jadi Tatar Sunda ini pun dinilai sukses menjadi jembatan yang mempererat keterlibatan seluruh elemen bangsa dalam menjaga, melestarikan, dan meneruskan nilai-nilai luhur budaya Sunda untuk masa depan.




