Sementara itu, Dr. Anton Zulkarnain menyampaikan bahwa literasi digital berperan penting membantu petani mengakses informasi, menerapkan smart farming, hingga mengelola kebutuhan pangan keluarga secara lebih cerdas.
Hendri Suwarsono melengkapi, bahwa ketahanan pangan sejati bukan hanya soal banyaknya stok, tapi juga apakah pangan itu terjangkau, aman, dan bergizi bagi seluruh lapisan masyarakat. Ia mengingatkan masih ada tantangan seperti fluktuasi harga, kerentanan petani, dan ketergantungan impor yang perlu diselesaikan bersama.
Melalui kegiatan ini, Komdigi dan Komisi I DPR berharap ketahanan pangan dipahami sebagai tanggung jawab bersama. Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat diharapkan bisa mewujudkan sistem pangan yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan demi mencapai kedaulatan pangan nasional.

