“Kalau rakyat yang ngomel wajar. Tapi kan bisa kena ITE, sementara kalian kebal. Nah kekebalan kalian jangan dipakai mgomel. Panggil, investigasi, bongkar! Berani nggak?” tantang Fahri.
Baca juga
Hak imunitas atau kekebalan yang melekat didiri setiap Anggota Dewan (DPR dan DPD), masih menurut Fahri, digunakan untuk menaklukkan kejahatan negara, bukan malah dipakai pencitraan untuk menarik simpati rakyat. Padahal mereka lari dari tugas utama untuk melindungi rakyatnya.
“Mereka kita kasi hak Sidak (inspeksi mendadak), tapi dipakai untuk tinjau proyek. Terhadap kejanggalan dalam penyelenggaraan negara dan penegakan hukum tak berani disentuh. Jadi kekebalan hanya untuk klitikan dan petak umpet. Tidak membuat kejahatan jabatan dan negara bertekuk lutut,” pungkas politisi asal Nusa Tenggara Barat (NTB) ini. (Red)

