Namun, dia mengatakan ada tantangan baru yang harus segera dicarikan solusinya oleh Perumdam TKR. “Kita juga memiliki sumber air yang terbatas, jadi diwajibkan bagi perusahaan ini memiliki banyak sumber air baku, khusus untuk pelayanan di Citra maupun Kecamatan Cikupa dan Panongan itu dari sungai Cimanceuri nanti sumber air bakunya,” ungkap Zaki.

Dirut Citra Raya Budiarsa Sastrawinata mengucapkan terima kasih atas kerjasama yang dipersiapkan oleh semua pihak khususnya Perumdam TKR terkait penyerahan sambungan langsung. Menurut dia, beberapa waktu terakhir, persiapan sudah dilakukan secara bersama-sama. Per tanggal 1 Desember 2021 nanti, operasional distribusi air bersih kepada konsumen berada di bawah pengelolaan Perumdam TKR.

“Saya yakin nantinya setelah diserahkannya sambungan langsung air ini ke Perumdam, maka pelayanannya pasti akan lebih ditingkatkan dan diperbaiki terus menerus oleh Perumdam. Saya yakin itu,” tegasnya.

Dirut Perumdam TKR Sofyan Sapar mengungkapkan sesuai dengan aturan, Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) harus dikelola Perumdam TKR, maka pemerintahan dan Perumdam TKR meminta pihak PT Citra Raya  Ciputra Residence menyerahkan pengelolaan SPAM-nya kepada Perumdam TKR.

“Dalamnya tiga bulan kami melaksanakan amendemen perjanjian dan melakukan persiapan untuk melayani masyarakat atau penghuni di perumahan Ciputra,” katanya.

Menurut dia, untuk saat ini kurang lebih total 180 ribu lebih sambungan langsung dan target kita untuk mencapai 200 ribu sambungan langsung di akhir 2021 bisa tercapai.