TEROPONGISTANA.COM – Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo sepakat dengan pandangan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh bahwa Pancasila harus menjadi bagian integral yang tidak terpisahkan dalam kehidupan bangsa Indonesia. Pancasila harus hadir dalam setiap ruang publik, diimplementasikan secara nyata dan membumi, serta di manifestasikan dalam berbagai dimensi realitas sosial, politik dan ekonomi. Pancasila tidak boleh sekadar menjadi aksesoris yang manis diucapkan, namun lupa diimplementasikan.

“Pancasila tidak boleh menjadi gincu yang hanya manis dan mencolok dilihat, namun tidak terasa apa-apa. Pancasila harus menjadi garam yang bisa dirasakan kehadirannya di berbagai praktik hidup keseharian. Melalui ‘Silaturahmi Nasional Kita Pancasila’ diharapkan menjadi ikhtiar membangun komitmen kolektif bangsa, khususnya dari kalangan muda bangsa, untuk menghadirkan Pancasila sebagai rujukan dalam setiap gerak langkah kehidupan kebangsaan. Termasuk dalam membangun kedewasaan politik, sekaligus mendewasakan kehidupan berdemokrasi,” ujar Bamsoet saat menjadi narasumber ‘Silaturahmi Nasional Kita Pancasila’, di Nasdem Tower, Jakarta, Kamis (2/6/22).

Baca juga : Bamsoet Apresiasi Peresmian Smart Campus Dr. (HC) Ir. Soekarno dan Medical Intelligence Wangsa Avatar Sekolah Tinggi Intelijen Negara

Ketua Mpr Ri Tegaskan Pancasila Menjadi Orientasi Visi Dan Misi Bangsa Indonesia

Turut hadir antara lain, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, Wakil Ketua MPR RI sekaligus Majelis Tinggi Partai Nasdem Lestari Moerdijat, Wakil Ketua DPR RI Rahmad Gobel, Menteri Komunikasi dan Informatika sekaligus Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Johny G Plate, Menteri BUMN Erick Thohir, Staf Khusus Presiden RI Diaz Hendropriyono, serta tokoh ekonomi nasional Peter Gontha.

Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua Komisi III DPR RI bidang Hukum, HAM, dan Keamanan ini menjelaskan, gagasan menghadirkan Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN) yang dirintis MPR RI, selain dalam rangka menjamin kesinambungan dan keterpaduan pembangunan antar periode kepemimpinan tanpa bergantung pada momen elektoral, juga untuk mengaktualisasikan Pancasila ke dalam kerangka operatif, dengan cara mempertemukan nilai-nilai luhur falsafah bangsa dengan aturan dasar yang diatur dalam konstitusi. PPHN dengan paradigma Pancasila ini akan menjadi arahan dalam pencapaian tujuan bernegara, yakni mewujudkan Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.