Jumri menyebut, TNI sebagai garda terdepan yang penjaga kedaulatan negara tentu tidak dibenarkan melakukan tindakan seperti itu. Peristiwa ini pun harus menjadi alasan peninjauan kembali Wanjakti seseorang untuk naik pangkat. Selain itu, Wanjakti juga harus disertai dengan peningkatan kualitas psikologi.
“Agar selalu dicintai oleh rakyat, tentu sangat perlu evaluasi pendidikan di TNI bukan saja yang bersifat akademik tapi juga budaya, komunikasi dan kepribadian baik itu dalam ruang pendidikan maupun di masyarakat.”tutur Jumri.

Baca juga : Panglima TNI Bertemu Kapolri Pastikan Sinergitas dan Soliditas TNI-Polri
Sebelumnya, diberitakan ada peristiwa tabrakan yang melibatkan Handi, Salsabila, dan tiga oknum TNI AD terjadi pada 8 Desember 2021. Setelah peristiwa tersebut, para korban diduga dibawa oleh tiga oknum TNI tersebut lalu hilang secara misterius.
Kemudian pada 11 Desember, dua jenazah korban itu ditemukan di aliran Sungai Serayu yang ada di Jawa Tengah. Setelah ditemukan, jenazah para korban dikembalikan ke keluarga dan dimakamkan.






