Soal kenaikan upah dan pemenuhan hak-hak pekerja yang selama ini juga bisa dinikmati oleh buruh beserta keluarganya dikatakan oleh Said merupakan contoh lain dari hasil perjuangan konkret para tokoh serikat pekerja yang kini bergabung dalam kepengurusan Partai Buruh.
Pada bagian lain tokoh nasional yang sering terlibat dalam penyusunan berbagai produk peraturan perundang-undangan Pemilu ini meyakini Partai Buruh dapat berbicara banyak di Pemilu 2024.
“Potensi yang dimiliki oleh partai ini luar biasa. Basis keanggotaan partai tidak hanya terbatas pada kelompok buruh saja. Tetapi ada juga nelayan, petani, mahasiswa, guru honor, rakyat miskin kota, kelompok perempuan, pembantu rumah tangga, ojek online, pedagang pasar, kaki lima, serta elemen masyakarat lainnya. Bergabungnya banyak elemen masyarakat itu membuat saya optimis Partai Buruh akan berjaya di Pemilu nanti”, ucapnya.
Dalam kepengurusan dewan pimpinan pusat Partai Buruh yang kini menggunakan sebutan “Komite Eksekutif atau Executive Committee (Exco)”, Said Salahudin menjabat sebagai Kepala Badan Pengkajian Strategis Kepesertaan dan Pemenangan (BPSKP) Partai Buruh. Badan ini berada dibawah dan bertanggungjawab langsung kepada Presiden Partai.
Selain itu, pakar dibidang Pemilu ini juga ditunjuk sebagai Ketua Tim Khusus (Timsus) Pemenangan Partai Buruh. Tugas utama Timsus adalah memastikan Partai Buruh dapat menjadi Peserta Pemilu 2024 dan lolos ambang batas parelemen atau ‘parliamentary threshold’.
Said Salahudin sebelumnya sempat menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional Partai Keadilan dan Persatuan (PKP). Tepat di Hari Pahlawan 10 November 2021 ia menyatakan berhenti dari jabatan pengurus dan keanggotaan partai tersebut.



