Ia bahakan menyayangkan dengan kritikan-kritikan atau tuduhan yang terindikasi dibawa ke ranah isu-isu yang tidak produktif.

“Saya berharap masyarakat bisa memahami makna dan perbedaan “Salam Pancasila” dan salam kegamaan”, tegasnya.

Baca Juga MANTAP…!RUU TPKS Sah Jadi Inisiatif DPR Selasa, 18 Januari 2022
Mantap...!Ruu Tpks Sah Jadi Inisiatif Dpr

Sementara itu Kepala BPIP Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi mengapresiasi kepada penulis karena telah memmberikan pemahaman kepada masyarakat tengang makna dan arti sesungguhnya “Salam Pancasila” malui sebuah buku.

Ia juga mengaku “Salam Pancasila” tersebut pertama dicetuskan oleh Ketua Dewan Pengarah BPIP Prof. Dr. (HC) Hj. Megawati Soekarnoputri saat itu masih Unit Kerja Presiden atau (UKP) Pembinaan Ideologi Pancasila.

“Sebenarnya waktu itu kata Bu Mega “Salam Pancasila” itu diciptakan Bung Karno sebagai “Salam Merdeka” yang diucapkan pada masa perjuangan dan awal kemerdekaan”, jelasnya.

Baca juga : Perangi Mafia Tanah, Komisi Ii DPR RI Desak BPN Kolaborasi Bersama Polisi

Ia juga menjelaskan “Salam Pancasila” adalah mengangkat tangan kanan (tegak lurus) serupa posisi hormat, namun ujung jari tidak nempel di dahi, melainkan berjarak sejengkal dari dahi bagian kanan.

“Salam Pancasila” ini merupakan perbuatan baik yang ditujukan kepada orang lain dan dimaksudkan untuk kepentingan persatuan dan keselamatan bangsa”, paparnya.

Pelaksana Tugas Sekretaris Utama BPIP Dr. Drs. Karjono juga ikut mengapresiasi kepada penulis.

Ia mengatakan dengan di terbitkannya buku dengan jumlah 141 halaman tersebut dapat membantu mensosialisasikan “Salam Pancasila” kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Dirinya berharap “Salam Pancasila” dapat dibiasakan digunakan dalam setiap pertemuan atau kegiatan di instansi-instansi Kementerian atau Lembaga.

“Dengan membiasakan dan memasyarakatkan “Salam Pancasila” ini, pada hakekatnya, merupakan simbol dalam upaya membumikan dan mensosialisaskan nilai-nilai Pancasila di tengah kehidupan masyarakat”, ujarnya.

Hal senada dikatakan Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof. Dr. Phil. Al Makin. Pihaknya akan terus ikut serta mensosialisasikan “Salam” Pemersatu bangsa tersebut.

Menurutnya bangsa Indonesia yang terdiri dari masyarakat majemuk dari segi agama, suku, bahasa dan tradisi harus tetap menjadi satu kesatuan sebagai bangsa Indonesia. (ER)

Baca Juga Rektor UPR Berikan LaNyalla Mandau, Ada Apa Senin, 17 Januari 2022
Rektor Upr Berikan Lanyalla Mandau, Ada Apa